KONDISI UMUM DESA PRONOJIWO

Desa Pronojiwo terletak di Kabupaten Lumajang yang berbatasan langsung dengan Gunung semeru. Pusat pemerintahan desa mempunyai jarak 0 km dari pusat pemerintahan Kecamatan Pronojiwo. Secara geografis, wilayah Desa Pronojiwo yang mempunyai luas 38,74 Km2 terletak pada 112º54’09” -113º01’09” BT dan 8º06’30” – 8º15’43” LS secara administratif lokasi desa ini berbatasan dengan wilayah yang mengelilinginya yaitu:

Sebelah utara                       : Hutan Lindung
Sebelah timur                       : Desa Sumberurip
Sebelah selatan                   : Desa Taman Ayu
Sebelah barat                       : Desa Sidomulyo

Kondisi geografis Desa Pronojiwo diantaranya bentuk wilayah pegunungan sampai dataran tinggi. Wilayah ini terdapat pada ketinggian 700 m dpl. Pembagian wilayah secara administrasif  yaitu terdiri dari 7 dusun,  14 rukun warga (RW) dan 41 rukun tetangga (RT).

1)    Kondisi Umum Desa Pronojiwo
Luas Desa ± 620 Ha, dengan penggunaan lahan sebagai berikut:
a.    Permukiman Umum      : 72 Ha
b.    Lahan Pertanian             : 16 Ha
c.    Lahan Perkebunan        : 125 Ha
d.    Lain-lain                           : 1 Ha

Desa Pronojiwo mempunyai ketinggian dari permukaan air laut 700 m dpl. Curah hujan per tahun 22 mm, dan suhu rata-rata 200 C – 300C.

Desa Pronojiwo terdiri dari 7 dusun, 14 RW, dan 41 RT. Prasarana jalan darat meliputi jalan negara (3 Km), jalan provinsi (3 Km), jalan Kabupaten (3 Km), Jalan Desa (3 Km), Jalan dusun/lingkungan (6 Km), jalan aspal (4 Km), dan jalan makadam (3 Km), jalan tanah (2 Km), dan  jembatan 112 m .

2)    Kondisi SDM

Jumlah penduduk    : 7.731 jiwa terdiri dari
a)    Laki-laki                : 3.779 jiwa
b)    Perempuan          : 3.952 jiwa
c)    Jumlah KK           : 1.963 KK

Tingkat pendidikan
a)    Tidak Tamat SD   : 183 (7,37%)
b)    Tamat SD             : 971 (39,12%)
c)    Tamat SLTP         : 451 (18,17%)
d)    Tamat SLTA         : 691 (27,84%)
e)    Tamat PT              : 186 (7,49%)

Dengan demikian, jumlah penduduk yang melek huruf sebanyak 2.299 (92,63%).

Struktur Mata Pencaharian penduduk
a)    Petani                    : 856 (19,73%)
b)    Peternak               : 2.321 (53,50%)
c)    Pedagang             : 412 (9,50%)
d)    Pengrajin              : 573 (13,21%)
e)    PNS/TNI/POLRI   : 156 (3,60%)

Dengan demikian struktur mata pencaharian penduduk di dominasi peternak diikuti oleh petani. Ada PPL dari Dinas pertanian yang membantu mengembangkan kegiatan pertanian di Desa Pronojiwo.

Kondisi masyarakat sangat responsif terhadap perubahan dan dukungan terhadap kegiatan pembangunan tinggi.

3)    Potensi Sumber Daya Alam

Potensi pertanian sangat besar meliputi jagung, ubikayu, kacang panjang, padi, tanaman salak, jeruk, dan anggrek. Selain itu juga mempunyai potensi pertambangan yang berupa pasir (terutama setelah banjir).

Harapan Desa Pronojiwo dapat menjadi sentra Salak Pondoh dimasa yang akan datang.

Lembaga yang dimiliki untuk percepatan pengembangan potensi adalah Pokmas untuk hasil salak dan anggrek. Lembaga Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP).

4)    Aspek Ekonomi

Sumber bahan baku untuk kegiatan produksi sebagian besar berasal dari desa Pronojiwo (90%). Bahan baku untuk pengembangan usaha tahu, tempe, onde-onde, keripik pisang, keripik salak, dan lain-lain berasal dari desa Pronojiwo. Oleh karena tidak ada masalah bahan baku.  Hasil pertanian melimpah. Keahlian dan ketrampilan dalam kegiatan pengembangan usaha diperoleh dari turun temurun dan binaan dari pemerintah atas program yang diberikan serta dari kemauan masyarakat sendiri untuk belajar.

5)    Aspek Keuangan

Sumber permodalan masyarakat berasal dari Bank BRI, BPR Muamalat, UPK Gerdu Taskin 2006, modal sendiri/keluarga, dan renternir. Kendala yang dihadapi masyarakat dalam akses permodalan adalah terbatasnya pinjaman

6)    Aspek Pemasaran

Akses pasar hasil produksi meliputi pasal lokal, antar desa, antar kecamatan, dan antar kabupaten.

Kendala yang dihadapi dalam pemasaran hasil produksi adalah produksi hasil pertanian belum optimal dan kualitas hasil produksi masih perlu ditingkatkan, dan pemasaran hasil pertanian masih terbatas sehingga perlu dikembangkan.

Peluang pengembangan usaha adalah membangun kemitraan dengan petani besar.

7)    Aspek Sarana Prasarana

a.    Tata Pemerintahan
Jumlah pegawai kantor desa sebanyak 8 orang (Kades, Sekdes, 5 org Kaur, dan 1 orang tukang kebun).

Mempunyai data dan informasi tentang desa (profil).
Mempunyai lembaga peradilan tingkat desa (BPD).
Memiliki RPJMDes dan RKPDes.

b.    Tata Pembangunan
Mempunyai kantor desa yang permanen.
Mempunyai sarana ekonomi berupa Koperasi Serba Usaha (Koperasi Panca Karsa, dan Lembaga Keuangan Desa (UPK Potensi).
Mempunyai sara kesehatan yang berupa Posyandu pada masing-masing dusun. Terdapat Puskesmas.
Sarana transportasi memadai.
Memiliki saluran limbah yang memadai.
Seluruh warga desa sudah menikmati air bersih. Setiap KK memiliki MCK (100%).
Pengelolaan sampah dikelola sendiri dengan menggali dan menutup lubang.
Sarana penerangan berupa listrik pada semua rumah.

Fasilitas umum yang dimiliki berupa gedung serba guna, lapangan sepakbola, dan tempat ibadah (10 masjid, 3 gereja, 1 pura). Tempat pendidikan keagamaan berupa TPA juga tersebar di dusun.

Memiliki prasarana pendidikan berupa gedung TK (2 unit), Gedung SD (5 unit), gedung SLTP (1 unit), gedung SLTA (1 unit).

Mempunyai pusat pelatihan ketrampilan (1 unit BLK).

Memiliki akses penggunaan hand phone atau alat komunikasi (5 tower pemancar. Sarana pengembangan kapasitas telah tersedia.

c.    Tata Kemasyarakatan

Persalinan ibu bersalin kebanyakan sudah menggunakan Bidan.

Bahan bakar yang digunakan untuk memasak berupa elpiji dan kayu bakar.

Penduduk rata-rata bisa makan minimal sehari 2 kali.

Tindak kekarasan dalam 1 tahun terakhir nihil.

Kader Dasa Wisma berjalan dengan baik. Rata-rata Dasa Wisma masing-masing RT ada 2 orang Dasa Wisma. Jumlah Dasa Wisma RW ada 21 orang.

Jumlah rumah sehat pada tahun 2007 mencapai 1.042 unit. Tersedia posyandu disetiap dusun dan ada puskesmas.

Penerangan rumahtangga dengan listrik.

Pemilik kendaraan bermotor baik roda 2, 3, dan 4 pada tahun 2007 mencapai 932. Sarana informasi diperoleh dari media TV mencapai 1.625.

Tingkat kesejahteraan penduduk meliputi:

a)    Keluarga Pra Sejahtera       : 414
b)    Keluarga Sejahtera I             : 458
c)    Keluarga Sejahtera II            : 236
d)    Keluarga Sejahtera III           : 678
e)    Keluarga Sejahtera III Plus: 110

Berikut ini adalah peta Desa Pronojiwo sebagaimana diilustrasikan pada gambar 1.

Peta Desa PronojiwoGambar 1. Peta Desa Pronojiwo

Adapun potensi-potensi tersebut akan dijelaskan sebagaimana penjelasan berikut ini ;

1. Potensi Agrobisnis Salak Pondoh

Letak Desa Pronojiwo yang berada di lereng Gunung Semeru membuat lahan disana sangat layak untuk ditanami tanaman Salak Pondoh sebagaimana diilustrasikan pada gambar 2 berikut ini.

Salak PondohGambar 2. Salak Pondoh di salah satu kebun milik warga desa Pronojiwo

Potensi Salak Pondoh di Desa Pronojiwo sangat melimpah, dengan luas kebun Salak Pondoh mencapai 112,55 Ha maka diperkirakan akan diperoleh hasil  panen Salak Pondoh sekitar 225 ton (estimasi 1 Ha mengahasilkan 12 ton), dengan harga Salak Pondoh saat ini mencapai Rp 5.000 sampai dengan Rp 6.000 dari hasil panen tersebut akan diperoleh penghasilan sebesar Rp 1.237.500.000,-.

Tanaman salak menjadi tanaman yang banyak ditanam oleh masyarakat Desa Pronojiwo. Berikut adalah data masyarakat Desa Pronojiwo yang menjadi petani salak sebagaimana ditunjukkan pada tabel 1.

Tabel 1. Data Petani Salak Tiap Dusun di Desa Pronojiwo

No. Dusun Banyak Pekebun (Orang) Luas Lahan (Ha)
1 Darungan 22 16,50
2 Kalibening 25 26,50
3 Mulyoarjo 21 33,00
4 Ranu 8 3,50
5 Rowobaung 23 8,80
6 Supit 32 11,25
7 Tulungagungan 14 13,00
Total 145 112,55

Berdasarkan data yang terdapat pada tabel 1. diatas, diketahui bahwa pusat perkebunan salak Desa Pronojiwo terletak di Dusun Kalibening dengan luas lahan perkebunan salak seluas 26,5 Ha. Kemudian pekebun salak terbanyak berada di Dusun Supit dengan jumlah pekebun mencapai 32 orang. Total luas keseluruhan kebun salak di Desa Pronojiwo seluas 112,55 Ha, sedangkan jumlah pekebun salak Desa Pronojiwo sebanyak 145 orang sebagaimana diilustrasikan pada lampiran 1.

2. Potensi Agrobisnis Beternak Kambing

Desa Pronojiwo kaya akan tanaman hijauan yang terdiri dari jenis Kaliandra, Gajahan dan lain-lain yang kesemuanya itu merupakan makanan terbaik bagi ternak. Dengan adanya lahan hijauan yang luas dan terdapat disetiap areal perkebunan (kebanyakan sebagai pagar hidup perkebunan salak), membuat masyarakat Desa Pronojiwo memelihara ternak sebagai kegiatan penunjang sehari-hari dan juga berfungsi sebagai aset untuk menambah penghasilan masyarakat setempat. Adapun ternak kambing yang terdata di Desa Pronojiwo pada tiap dusun seperti diilustrasikan pada gambar 2 dan tabel 2 berikut ini.

Ternak KambingGambar 3. Ternak Kambing yang dimiliki salah satu masyarakat Desa Pronojiwo

Tabel 2. Data Peternak Kambing dan Jumlah Kambing di Desa Pronojiwo

No. Dusun Banyak Peternak (Orang) Banyak Kambing (Ekor)
1 Darungan 42 332
2 Kali bening 14 157
3 Ranu 100 732
4 Rowobaung 32 310
5 Supit 29 231
6 Tulungagungan 11 110
Jumlah 228 1872

Berdasarkan data yang terdapat pada tabel. 2 diatas, pusat peternakan kambing Desa Pronojiwo terdapat di Dusun Ranu dengan jumlah kambing mencapai 732 ekor, sedangkan jumlah peternak terbanyak terdapat di Dusun Ranu dengan jumlah 100 orang peternak. Jenis kambing yang terapat di Desa Pronojiwo yaitu Gesingan, Etawa, Peranakan Etawa dan Jawa. Potensi ternak kambing di Desa Pronojiwo yang mencapai 1.872 ekor dengan harga kambing saat ini mencapai Rp 1.500.000,-/ekor maka potensi ternak kambing tersebut akan menghasilkan pendapatan sekitar Rp 2.808.000.000,-. Adapun data para peternak kambing di Desa Pronojiwo diilustrasikan pada lampiran 2.

Semua pekebun salak dan peternak kambing di Desa Pronojiwo tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Adapun nama-nama Gapoktan tersebut seperti diilustrasikan pada tabel. 3 berikut ini.

Tabel. 3 Data Gapoktan di Desa Pronojiwo

No. Dusun Nama Kelompok Tani
1 Darungan Handayani
2 Kali bening Ngudi Makmur I
3 Ranu Ngudi Makmur II
4 Rowobaung Ngudi Mulyo
5 Supit Rukun Santosa
6 Tulungagungan Sri Rejeki

Adapun peta potensi agribisnis (potensi Salak Pondoh, potensi kambing dan potensi lahan hijauan) diilustrasikan pada gambar 4 berikut ini ;

Peta Potensi Agribisnis Desa PronojiwoGambar 4. Peta Potensi Agribisnis Desa Pronojiwo

Potensi Salak Pondoh yang ada di Desa Pronojiwo membawa manfaat bagi masyarakat sakitar dalam hal peningkatan ekonomi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya masyarakat yang membuka usaha sebagai pengepul Salak Pondoh sebagaimana diilustrasikan pada tabel 4 dan didokumentasikan pada gambar 4 berikut ini.

Tabel 4. Data Pengepul Salak Pondoh Desa Pronojiwo

No. Nama RT RW Dusun
1 Pairin 22 9 Darungan
2 Kholis 22 9 Darungan
3 Gito 22 9 Darungan
4 Winarni 26 9 Darungan
5 Paimun 23 8 Darungan
6 Ngadi 28 10 Ranu
7 Slamet 28 10 Ranu

Pengepul Salak Pondoh PronojiwoGambar 5. Salah Satu Pengepul Salak Pondoh di Desa Pronojiwo

Selain membuka peluang usaha sebagai pengepul Salak Pondoh, Potensi Salak Pondoh juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sebagai pejual  Salak Pondoh dengan mendirikan sentra-sentra penjualan Salak Pondoh di pinggir jalan raya Pronojiwo-Lumajang. Data para penjual Salak Pondoh dan pengepul Salak Pondoh serta dokumentasinya diilustrasikan pada tabel 5 dan gambar 5 berikut ini.

Tabel 5. Data Penjual Salak Pondoh Desa Pronojiwo

No. Nama RT RW Dusun
1 Sarbidin 22 29 Darungan
2 Mariyani 22 29 Darungan
3 Tutik 22 29 Darungan
4 Ngatini 22 29 Darungan
5 Supanjang 26 29 Darungan
6 Aleh 2 2 Kalibening
7 Yadi 7 Mulyoarjo

Sentra Salak Pondoh PronojiwoGambar 6. Sentra Salak Pondoh yang Berada di Pinggir Jalan Raya Pronojiwo -   Lumajang

3. Potensi Pasir

Desa Pronojiwo dianugerahi wilayah yang kaya akan sumber alam yang melimpah. Salah satunya adalah sumberdaya alam pertambangan pasir. Letak Desa Pronojiwo yang berada di Lereng Gunung Semeru dan dilewati oleh dua sungai besar yaitu Sungai Besuk Bang dan Sungai Besuk Kembar. Sungai tersebut merupakan aliran utama jika terjadi banjir lahar dingin dari Gunung Semeru. Meterial lahar dingin dari Gunung Semeru adalah pasir yang kualitasnya sangat bagus dan harganya tinggi. Pasir inilah yang merupakan sumber pendapatan lain dari sektor pertambangan di Desa Pronojiwo. Terdapat para penjual pasir di Desa Pronojiwo sebagaimana ditunjukkan pada tabel 4 berikut ini.

Tabel 6. Penjual Pasir Semeru di Desa Pronojiwo

No. Nama RT RW
1 Warianto 38 14
2 Susilo 40 14
3 Sutakrin 40 12
4 Supriono 32 12
5 Wagiyo 32 12
6 Wonadi 32 12

Para penjual pasir tersebut merupakan penduduk dari Desa Pronojiwo sendiri. Setiap hari truk-truk pengangkut pasir hilir mudik masuk ke Sungai Besuk Bang dan Besuk Kembar untuk menambang pasir. Hal tersebut merupakan berkah bagi masyarakat Desa Pronojiwo karena bisa menambah lapangan pekerjaan. Masyarakat Desa Pronojiwo yang menjadi tenaga kerja pada pertambangan pasir mencapai 100 orang. Adapun estimasi potensi pertambangan pasir semeru menghasilkan Rp 60.000.000,-/hari (Rp 200.000,-/truk x 50 truk/juragan x 6 orang juragan). Kualitas pasir Semeru yang tinggi menjadikannya terkenal dan banyak dicari oleh orang-orang untuk membuat bangunan. Maka dari itu, sudah selayaknya jika potensi pasir Semeru tersebut dimaksimalkan pemanfaatannya dengan mempertimbangkan keseimbangan alam. Berikut adalah peta potensi pasir yang ada di Desa Pronojiwo disertai dengan gambar berupa foto sebagaimana diilustrasikan pada gambar 1 dan gambar 2 berikut ini:

Peta Potensi Tambang Pasir PronojiwoGambar 7. Peta Potensi Tambang Pasir Desa Pronojiwo

Sungai Besuk Bang Pusat Pertambangan PasirGambar 8. Sungai Besuk Bang yang menjadi Pusat Pertambangan Pasir