Angkringan Empon-empon Pemberdayaan masyarakat Ponorogo
Arifin sedang menyeduh minuman empon-empon di angkringannya, Barat perempatan Jeruksing Ponorogo

Angkringan Empon-empon, Model Pemberdayaan Masyarakat Ponorogo


PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PONOROGO – Banyaknya hasil bumi Kabupaten Ponorogo seperti empon-empon yang melimpah di wilayah Kecamatan Pudak, Kecamatan Ngrayun, Kecamatan Sawoo, Kecamatan Pulung, Kecamatan Sokoo serta Kecamatan Ngebel merupakan potensi lokal yang harus dimanfaatkan menjadi usaha ekonomi altarenatif dalam pemberdayaan masyarakat Ponorogo. Belum lagi suksesnya peternak sapi perah di wilayah Kecamatan Pudak mengasilakan produk susu segar unggulan, apalagi didukung oleh budaya masyarakat Ponorogo yang hoby nongkrong, melihat potensi yang begitu besar Arifin merintis angkringan empon-empon dari hasil bumi Ponorogo.

Arifin (25) pemuda Desa Bareng Kecamatan Pudak lulusan FKIP Unmuh Ponorogo ini melirik sektor kuliner angkringan setelah menganalisa potensi lokal di daerahnya, memanfaatkan potensi lokal hasil bumi didaerahnya, berbekal semangat pemberdayaan Pria lajang mulai menjalankan usahanya sendirian. Contoh anak muda milenial yang cerdik melihat peluang usaha.
Pemanfaatan empon-empon contoh usaha alternatif di Kabupaten Ponorogo
Wilayah Kecamatan Pudak merupakan daerah asal Arifin Pria lajang pemilik angkringan empon-empon Ponorogo, Kecamatan Pudah merupakan wilayah yang sangat subur bahkah sering disebut Kota Batunya Ponorogo, “Hasil bumi berupa sayur mayur dan empon-empon sungguh bahkan produk susu segar unggulan juga melimpah,” tuturnya, Minggu, (20/7/2020) malam.

menurutnya empon-empon dan produk susu segar kwalitas pilihan, selalu ada setiap harinya jadi tidak sulit untuk mendapatkan bahan baku minuman jualannya, hanya kayu secang sebagai bahan wedang uwuh yang tidak ada disini. Selain itu ada juga masyarakat yang beternak ayam dan bebak petelur yang bisa digunakan sebagai pelengkap campuran seduhan minumannya.

Apalagi Kabupaten Ponorogo terkenal sebagai Kota Pendidikan, banyaknya kampus dan Pondok pesantren menjadikan Kota Reyog ini tidak pernah sepi, sepanjang waktu banyak masyarakat yang sekedar nongkrong di angkringan sambil menikmati malam.

Angkringan ponorogo Pemberdayaan masyarakat Ponorogo
Wedang uwuh madu, minuman khas Angringan Empon-empon Ponorogo

“Usaha kuliner sangat menjanjikan di Ponorogo, melihat potensi-potensi lokal tersebut, akhirnya mulai saya mulai merintis usaha angkringan empon-empon,” ungkap Arifin kepada OASE Nusantara.

Pemanfaatan Empon-empon Solusi Tujuan Peningkatan Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat Ponorogo

Tepat pada bulan September 2019, Arifin benar-benar memulai membuka angkringan empon-empon, angkringan ini khusus menawarkan menu minuman berbahan herbal alami dari hasil bumi Kabupaten Ponorogo. Ruko yang beralamat di Jalan Ir. H. Juanda Ponorogo tepatnya Barat perempatan Jeruksing dengan ukuran sekitar 3 x 4 meter ini disulap menjadi akringan yang terkesan semi cafe yang sangat keren, konten-konten penuh semangat berdesain yang mencirikan khas anak muda menghiasi dinding angkringannya.

Angkringan empon-empon ini setiap harinya mulai buka pukul 17.00 sampai sekitar pukul 00.00, Arifin sendirian menjalankan usahanya dengan pelan-pelan dan perlahan mulai berjalan. Usaha baru mulai berjalan beberapa bulan pendemi covid-19 datang mewabah sampai di Kabupaten Ponorogo yang akhirnya menyebabkan diberlakukan stay at home oleh pemerintah. Pikirannya sempat drop merasakan dampak berlakunya stay at home, jelas tidak akan ada orang yang keluar rumah jadi untuk sementara usahanya harus berhenti.

Berjalannya waktu apa yang dipikirkan ternyata salah, Pemerintah Kabupaten Ponorogo masih membolehkan usaha tetap melaksanakan dengan pembatasan waktu sampai pukul 22.00 WIB, untungnya dari awal sistim penjualan di angkringan empon-empon sudah menerapkan pembelian dengan sistim online yang bekerja sama dengan Grabfood dan Gofood, selain itu jejaring sosial juga difungsikan untuk menunjang marketing untuk mendongkrak penjualan.

Ternyata apa yang saya pikirkan berbalik drastis dengan faktanya, saya kaget penjualan malah meningkat drastis diawal mewabahnya virus corona (covid-19) mulai masuk Kabupaten Ponorogo, kebanyakan pelanggan membeli untuk dibawa pulang, pesanan via daring Grabfood dan Gofood juga mengalami peningkatan. Kemungkinan dikarenakan menu minuman yang ada di angkringan empon-empon Ponorogo diyakini menjadi menambah imunitas tubuh karena berbahan empon-empon atau rempah-rempah. Perlu kita sadari bahwa minuman berbahan empon-empon adalah jamu tradisional nenek moyang kita dahulu sebelum obat-obatan pabrikan mendapat hati masyarakat, toh obat-obatan pabrikanpun bahannya juga banyak yang dari empon-empon.

Pemberdayaan masyarakat ponorogo
Wedang uwuh madu, minuman khas Angringan Empon-empon Ponorogo

“Tidak disangka ternyata animo masyarakat Ponorogo akan minuman empon-empon malah meningkat drastis diawal pandemi covid-19,” jelasnya.

Semangat bekerja keras dan fokus untuk meningkatkan penghasilan
Semangat bekerja keras dan tetap fokus dalam menjalankan usahanya dengan telaten dan kominten terus buka sesuai jadwal akan menjadikan keyakinan pelanggan untuk mempercayakan nongkrongnya di angringan empon-empon Ponorogo. Hal ini sangat penting dalam agar kita tidak membuat kecewa pelanggan, pada intinya kepuasan pelanggan adalah faktor utama yang harus diperhatikan, jangan sampai pelanggan berpindah.

Saat ditanya tentang hasilnya, Arifin hanya menjawab dengan santai sambil tersenyum, ya rata-rata puluhan porsi penjualan setiap harinya, belum sampai ratusan. Pada intinya tetap fokus bekerja keras, kalau terlalu berorientasi kepada hasil penjualan yang banyak nantinya malah mengendorkan semangan, dinikmati saja rejeki yang ada, tentang membuka usaha cabang baru juga belum terpikirkan sama sekali fokus ini saja dahulu yang penting bisa mandiri dan mebantu keluarga masih banyak peluang usaha di Ponorogo karena memang banyak sekali potensinya tinggal apakah mau dan berani memulainya.

Semoga usaha-usaha alternatif baru menjadi bidikan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam orientassi bidang pemberdayaan ekonomi, sehingga masyarakat terutama para pemudanya mempunyai orientasi untuk berdaya saiang yang tingggi dalam peningkatan ekonomi. Peran Pemerintah semoga lebih fokus dalam penanganan pemberdayaan masyarakat Ponorogo, kita harus menjadi berdaya dalam peningkatan ekonomi dengan banyaknya kampus, pondok pesantren serta budaya Ponorogo menjadi lahan yang subur untuk kegiatan usaha terutama kuliner. (*)

One thought on “Angkringan Empon-empon Pemberdayaan Masyarakat Ponorogo”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *