Pemberdayaan

Partisipasi masyarakat didalam pembangunan (foto : PM/Amepra)

Pengertian Pemberdayaan Masyarakat Desa


PEMBERDAYAANmasyarakat – Pemberdayaan Masyarakat adalah sebuah inisiatif masyarakat untuk memulai proses kegiatan sosial dalam memperbaiki situasi dan kondisi dirinya sendiri, pemberdayaan dalam masyarakat akan terjadi apabila masyarakat mempunyai kesadaran berpatisipatif dalam kegiatan pembangunan situasi dan kondisinya.

Partisipasi masyarakat perlu diciptakan dengan strategi pendekatan partisipatif dengan selalu melibatkan masyarakat didalam pengambilan keputusan pembangunan lingkungan, karakter gotong-royong yang tergerus peradaban modernisasi akan kembali terbangun, sehingga meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sosial.

Contoh Langkah Membangkitkan Kesadaran Pemberdayaan

Partisipasi masyarakat dalam setiap musyawarah

Perlunya Pemerintah menggandeng dan melibatkan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, melalui diskusi small setingkat Rukun Tetangga (RT) atau yang lebih kecil lagi. Sehingga nantinya masing-masing kelompok mempunyai wakil dan bisa terwakili di dalam setiap kegiatan musyawarah desa. Partisipatif

Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Gotong-royong

Budaya gotong-royong merupakan ciri khas yang meunjukkan karakteristik Bangsa Indonesia, perlu kita sadari pelan-pelan budaya ini mulai terkikis oleh kepentingan finansial. Untuk itu setiap kegiatan diperlukan pemerintah desa menjadi agent of change dalam memulihkan budaya gotong-royong, rasa kepemilikan kebersamaan yang berkeadilan sosial harus dimiliki oleh semua masyarakat desa. Sosial

Keikutsertaan Masyarakat dalam Kegiatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)

Bumdesa merupakan salah satu kegiatan yang paling menarik yang akan mampu menjadi cikal bakal mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. Sitim konfersi PAD menjadi saham milik masyarakat akan membangkitkan semangat partisipatif dan kebersamaan dalam gotong-royong melaksanakan perubahan dengan pemberdayaan di masyarakat. Sangat mungkin hajat masyarakat akan dibiayai oleh Pemerintah Desa. Finansial

Peran Aktif Pemerintah Desa Menempatkan Masyarakat sebagai Subyek Pembangunan

Hal yang sangat penting dan mendasar, masyarakat bukan obyek pelengkap pertanggungjawaban pengguna anggaran secara administratif, tapi masyarakat adalah subyek dalam kegiatan pemerintah desa. Tanpa pemahaman pemerintah dan masyarakat bersama-samadalam  pembangunan desa yang akhirnya akan dinikmati oleh semua masyarakat baik secara finansial melalui Bumdes, bukan sekedar merasakan fasilitas pembangunan sarana dan prasarana. Subyek

Peran Aktif Fasilitator dalam Pendampingan

Fasilitator merupakan elemen Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal yang ada bersamaan dengan adanya Bantuan Dana Desa, mereka adalah instrument untuk mengawal semua kegiatan yang ada di pemerintah desa sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 dan regulasi pendukung lainnya, peran fasilator diharapkan melahirkan embrio inovasi dalam kegiatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pendampingan

Tujuan Pemberdayaan Masyarakat Desa

  1. Memahami potensi dan kekuarangan masyarakat untuk melalukan kegiatan perubahan dengan pemanfaatan potensi yang terdapat di dalam kehidupan masyarakat sebagai modal sosial untuk membentengi masyarakat dari kesenjangan sosial, penguatan keamanan, peningkatan ekonomi, pelestarian budaya dan semua permasalahan dalam masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata
  2. Memperbaiki secara bersama-sama semua kelemahan dengan kesadaran partisipatif untuk perbaikan tatanan sosial, kesenjangan sosial, sistim dominasi kelembagaan sehingga mempunyai kekuatan sosial perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh yang berkeadilan sosial
  3. Mengintegrasikan semua orientasi masyarakat menjadi satu kekuatan sosial untuk melakukan kegiatan dalam rangka satu tujuan utama yaitu kesejahteraan masyarakat.

Ciri-ciri Pemberdayaan di masyarakat desa

  1. Tidak adanya kepentingan dominasi kelompok atau pemerintah didalam pelaksanaan kegiatan yang ada di pemerintah desa maupun masyarakat
  2. Kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi sangat tinggi dalam kegiatan kegiatan yang ada di pemerintah desa maupun kegiatan yang ada dimasyarakat
  3. Toleransi kehidupan bermasyarakat sangat tinggi
  4. Tidak adanya masalah yang berarti yang terjadi di dalam sendi kehidupan bermasyarakat
  5. Kegiatan perekonomian usaha milik desa berjalan dangan keikutsertaan masyarakat dan hasilnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat

Apakah Pemberdayaan Masyarakat Sudah Menyentuhmu?
Media Pemberdayaan Masyarakat, hadir untuk menjawab dengan menyajikan berita dan konten positif tentang pemberdayaan, UMKM, kegiatan usaha milik desa, profil desa serta potensi lokal yang selama kurang perhatian media, akan dipaparkan secara lugas dan jelas semoga bisa menginspirasi terwujudnya kekuatan ekonomi kerakyatan. Media ini terbuka kepada siapapun untuk menayangkan usaha dan kegiatanya. (*)

KLIK Pemberdayaan Empon-Empon Ponorogo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *